Belajar Menurut Teori Konstruktivistik
Belajar merupakan proses membangun (mengonstruk) pengetahuan dalam diri peserta didik. di mana, proses terbangunnya pengetahuan tersebut ditentukan oleh diri peserta didik.
Apa itu pengetahuan?
Pengetahuan bukanlah fakta dari suau kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebuah bentuk kontruksi kognitif seseorang terhadap suatu objek, pengalaman, maupun lingkungannya. pengetahuan bukanlah merupakan barang yang dapat dipindahkan dari orang satu ke orang lain, sehingga dalam proses pembelajaran, pada hakikatnya posisi guru hanyalah sebagai fasilitator , sedangkan pembangunan pengetahuan itu sendiri dilakukan oleh diri peserta didik.
Bagaimana mengonstruksi pengetahuan?
Pertama, mengetahui sesuatu dengan menggunakan alat indera. Dalam pembelajaran 4 keterampilan berbahasa Arab seperti maharah istima' (keterampilan mendengar), maharah kalam (keterampilan berbicara), maharah qira'ah (keterampilan membaca), dan maharah kitabah (keterampilan menulis) membutuhkan alat indera untuk dapat menyerapnya. seperti dalam maharah istima yang membutuhkan indera penglihatan dan indera pendengaran.
Kedua, pengetahuan bukanlah sesuatu yang bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain, melainkan pengetahuan merupakan sebuah proses pembentukan pengetahuan. Sehingga dalam pembelajaran, siswa mengonstruksi pengetahuannya sendiri sesuai karakteristik yang dimilikinya.
Ketiga, semakin banyak berinteraksi dengan suatu objek atau lingkungan, maka pemahaman akan semakin meningkat.
itulah yang kemudian terjadi proses pembentukan atau pembangunan pengetahuan dalam diri siswa.
Proses Belajar Menurut Konstruktivisme
Dalam proses pembelajaran, ada sebuah proses belajar atau konstruksi yang melibatkan peranan siswa, peranan guru, sarana belajar, dan evaluasi.
Pertama, Proses belajar konstruktivistik: secara konseptual, proses belajar bukan merupakan proses perolehan informasi dari satu arah, melainkan sebuah pemaknaan terhadap lingkungan melalui proses asimilasi dan akomodasi
Kedua, peranan siswa: belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan yang harus dilakukan oleh seorang siswa
Ketiga, peranan guru: peranan guru dalam proses belajar bukan untuk memindahkan pengetahuan yang dimilikinya kepada siswa, melainkan hanya membantu siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri.
Keempat, sarana belajar: bahan ajar, media pengajaran, fasilitas pembelajaran merupakan sarana untuk dapat membangun pengetahuan tersebut.
kelima, evaluasi: setiap lingkungan sangat mendukung munculnya berbagai pandangan, interaksim interpretasi yang pada akhirnya membutuhkan sebuah evaluasi untuk perbaikan celah yang masih menganga
Tokoh-Tokoh Aliran Konstruktivistik
Tokoh-tokoh yang turut serta dalam mewarnai teori konstrruktivistik tidak lain adalah tokoh-tokoh kognitif karena kaitannya dengan kognitif atau pengetahuan siswa, diantaranya:
Belajar merupakan sebuah proses asimilasi dalam diri pembelajaran, artinya bahwa materi yang dipelajari diasimilasikan dan dikaitkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dalam bentuk struktur kognitif, sehingga belajar dengan metode hafalan tidak akan bermakna bagi siswa. inilah yang kemudian teori Ausubel dikenal dengan teori bermakna Ausubel
Penerapan Teori Konstruktivistik dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Sebelum menguraikan penerapan teori kosntruktivistik ini, perlu melihat beberapa karakteristik dari pembelajaran yang menganut teori tersebut, dianatarnya:
- Pembelajaran dengan teori konstruktivistik akan menyajikan materi dari keseluruhan menjadi bagian-bagian kecil yang nantinya bagian tersebut akan dikonstruk dan dibangun oleh siswa
- Pembelajaran dengan teori konstruktivistik sangat menghargai adanya gagasan, ide, pikiran, pendapat siswa
- Sangat mengandalkan sumber data primer
- Siswa dipandang sebagai pemikir
- Penilaian dilaksanakan pada saat proses pembelajaran
- Siswa belajar secara berkelompok
- Menentukan tujuan pembelajaran
Misal: siswa dapat mendengarkan dan menjelaskan isi audio native speakaer (istima’)
- Menentukan materi pembelajaran
Misal: mendengarkan suara native speaker berupa: ceramah, orasi, kajian ilmiah, dll
- Membuat kelompok pembelajaran
Misal: siswa membentuk kelompok mini beranggotakan 3-4 orang
- Menyajikan materi pembelajaran
Misal: memperdengarkan mahasiswa audio native speaker asli Arab.
- Memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk menjelaskan isi audio
Misal: setelah mendengarkan, siswa diperkenankan untuk menjelaskan isi audio
- Memberikan kesempatan untuk kelompok lain bertanya atau menanggapi performansi kelompok yang berbeda
- Memberikan penilaian pada saat proses pembelajaran berlangsung
- Evaluasi
Download file PPT
0 Komentar